Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 April 2017

Rindu

Masih kunanti hadirmu
di setiap bunga tidur
dan lantunan do'aku
terhias namamu

Masih kuharap suatu keajaiban
namun hanya membuatku berangan
hingga terkadang melalaikan
tentang takdir dan kehidupan

Rasanya baru kemarin senyum mentari menyambut
kini tiba mendung berselimut kabut
namun kuyakin esok pelangi kan menyambut
dan terdengar burung bernyanyi lembut

Andai waktu bisa kuulang,
ah.. berandai itu tak baik dan menghalang
selagi masih ada siang
harapan kan selalu datang

Meski keadaaan kini berbeda dengan dulu
hingga puncak hati adalah rindu
rindu sosokmu, rindu senyummu
maafkan aku yang selalu menjadi beban untukmu,
Ibu....
engkaulah anugerah terindah yang pernah kumiliki

Purwokerto, 6 Februari 2017 04.15 WIB

Minggu, 12 Juni 2016

SAHABAT

Apa kabar kalian, para sahabat?
Masihkah mengenaliku?
Aku disini sedang menempuh cita-cita,
Keluar dari kampung halaman karena tujuanku
Kalian juga melakukan hal yang sama bukan?

Disini aku mengenal banyak teman baru
Dan menambah sahabat atas izin-Nya
Tentu kalian juga merasakan itu
Kawan baru bertambah, kawan lama entahlah
Oh.. bukan itu, sekali lagi bukan itu yang ku maksud
Kita kini sedang berjuang
Menjalani pengalaman-pengalaman haru
Fokus pada tujuan di depan, hingga terlupa untuk menoleh ke belakang
Namun saat dunia membuatmu sibuk
Aku yakin, sama sepertiku, semilir akan membawa angan
ke masa lalu..
Membuka kenangan yang pernah terkunci dalam
Lembaran demi lembaran mulai terkumpul
Menyuruh untuk sekedar menyapa kawan lama
Dalam angan, dengan senyum

Bolehkah aku mengutarakan,
Rindu...?
Kata yang biasa diucapkan kala kita berjumpa bukan?
Apakah terbesit pula kata itu dalam qalbu,
Wahai sahabat?

Masih ingatkah kalian,
Kala itu di masa putih abu-abu
Kadang terhias senyum mentari bersinar,
Kadang terbalut kabut mendung kelabu
Tapi jangan khawatir kawan,
Biarkan air hujan menyiram hati yang kaku
Karena setelah itu akan tercipta pelangi indah nan menawan

Aku menunggu kabar kalian,
Menunggu ketetapan-Nya untuk mempertemukan dalam suatu waktu
Rinduku tak hanya jumpa
Pesan kalian jualah rinduku
Satu per satu kontak kalian mulai hilang
Hilang jualah tali yang sempat terhubung
Satu pintaku untuk kalian,
Jangan lupakan kita sebagai rumpun

Senin, 01 Juni 2015

Teruntuk Orang-Orang dalam Do’aku

-010615-

Aku, merasa tak pernah sebegitu penting di mata kalian
layaknya orang-orang penyandang gelar
Aku tak pernah ingin memberitahu kalian
untuk mengerti aku

Saat kebahagiaanku tiba,
Aku menarik kalian mendekat kepadaku,
mencoba berbagi hangatnya kebahagiaan bersama
Saat kebahagiaanku tak datang,
Aku mengulur kalian menjauh dariku,
Bukan maksud tak ingin berbagi, aku hanya tak ingin
melihat penyejuk hariku selama ini
hilang sekejap dalam pandangan mata

Hari kemarin menjadi guru terbaik dalam
perjuangan melawan diri sendiri
Harapku di dalam kalbu,
kalian datang menemaniku
Dan takdir memang menyuruh kalian datang kepadaku,
Memberikan secercah harapan
Untuk bangkit dari keterpurukan
Melontarkan tawa untuk membahagiakan sesama,
Serta melantunkan do’a sebagai penawar luka

Hanya satu kata yang dapat aku utarakan,
Terimakasih..
Terimakasih untuk waktu yang kalian berikan,
Terimakasih untuk kepercayaan yang kalian titipkan,
dan terimakasihku kepada Allah
yang masih mengizinkanku bersama kalian yang ku kenal kini,
Aku mengenal kalian tanpa sengaja,dan mencoba
menjaga kalian melalui bisikan do’a malam,
“aku menyayangi kalian karena Allah”

By: RAN’s

Kamis, 30 Januari 2014

Puisi



Tresnaku...
Sliramu teka wenehi pengayoman
Wiwit cahyaning surya...
Kanthi jumledhune sang ratri
Wewayangmu nuntun awakku
            Kawruh iku...
            Dak jupuk... dak sebut
            Kanggo awakku lan uripku
            Sakabehing kuwi matur nuwun
Nanging... mung siji
Pangapuraku
Aku ra bisa ganti sakabehing kuwi mau
Tak relakna...?
Tak lalekna...?
Ora bisa... aku ora bisa
Pancen bener
Sorga ana ing telapakanmu
By : RAN’s

Puisi



Muslimahku
Beruntungnya ia,
Bagai permata indah terjaga rapi
Terlindungi cangkang iman dari baja
Bening hatinya suci..
            Beruntungnya ia,
            Bagai bidadari turun ke bumi
            Dengan lindungan 1000 malaikat
            Senyum sapanya riang memikat hati
Sungguh beruntungnya ia,
Berdiri dan duduknya selalu menjadi arti
Cerita siang dan malam penuh tangis bahagia
Taqwanya bak planet berotasi
            Sungguh beruntungya ia,
            Baik lakunya dalam sehari-hari
            Mengajarkan 1001 kisah
            Tentang hidup setelah mati
Sungguh beruntungya ia,
Cintanya satu hanya kepada Sang Kekasih
Dan kini cintanya
Ia turunkan kepada pangeran, sang pujangga hati
By : RAN’s
 

Pendapat anda mengenai blog ini ?

like

  • #Udah Putusin Aja
  • As Shirah Nabawiyah
  • Q.S. Ar-Rahman
  • Tahajud Cinta
  • Ya ALLAH Aku Jatuh Cinta

Translate